Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia

Tanpa mengurangi rasa nasionalisme. Opini ini mencoba untuk mengajak para blogger untuk berpikir lebih jernih dan dalam serta mengesampingkan emosi diantara kedua pihak. Sekaligus menjadi perenungan kita bersama.

Harus diakui bahwa hubungan kedua negara mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Dan saat ini hubungan Indonesia-Malaysia semakin memanas. Di berbagai forum,blog,media dan situs-situs lainnya dengan mudah kita dapati "perang" kata-kata caci maki di kedua pihak. Jujur saja, saya sendiri juga sempat terbawa emosi ketika mengujungi beberapa situs tersebut diantaranya. Namun setelah saya berpikir lebuh jauh, sepertinya ada yang aneh dalam berbagai kasus seputar hubungan Indonesia- Malaysia. Pertanyaan besarnya adalah APAKAH BENAR, MALAYSIA MELAKUKAN BERBAGAI KLAIM BUDAYA INDONESIA?

Dan kasus inipun menjadi perhatian pemerintah secara serius. Pernyataan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal pada Jumat (28/8/2009), sekitar memanasnya hubungan kedua negara mensinyalir adanya pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi untuk mengadu dan memperkeruh suasana dalam hubungan Indonesia dan Malaysia melalui sebuah blog.

Siasat yang "mereka" gunakan, adalah siasat usang namun masih ampuh dalam memancing emosi orang-orang yang kurang berwawasan, kurang berpendidikan atau berpendidikan terbatas. Diantara trik dan siasat yang digunakan adalah dengan dengan memanipulasi rasa nasionalisme. Mereka mengarahkan rakyat Malaysia untuk membenci Indonesia, begitu juga sebalik-nya. Mereka berupaya terus mencari-cari isu tertentu yang bisa dimanipulasi untuk mengadudomba kedua bangsa.

Saatnya kita berpikir jernih dan mendalam dalam melihat permasalahan ini dan mengesampingkan emosi. Harus diakui bahwa siasat dengan menunggangi media cetak dan televisi untuk terus mengompori kedua bangsa saling membenci, merupakan trik yang pa-ling ampuh.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan : Dibalik setiap ketegangan antar bangsa/negara, kemungkinan besar ada para pihak yang memulai dan atau kemudian ikut menunggangi konflik yang terjadi, sehingga mereka sangat berkepentingan untuk melanggengkan konflik yang terjadi dengan mengupayakan segala bentuk adu domba. Kepentingan ideologis, politis, ekonomis adalah motif dari para bandit tak bermoral ini.

Mari kita kaji bersama adanya indikasi pihak-pihak yang dapat memanfaatkan konflik kedua negara ini.

1. Boleh jadi datang dari kalangan pebisnis/Korporasi. Golongan ini adalah mereka yang memiliki kepentingan bisnis baik di Indonesia ataupun di Malaysia yang akan diuntungkan dari konflik Indonesia-Malaysia. Krisis Ambalat misalnya, dipicu oleh kepentingan Shell yang berkepentingan untuk mendapatkan konsesi eksploitasi minyak di kawasan tersebut. Sementara Di Indonesia, ada kalangan yang merasa terancam dengan investasi dan bisnis asing di Indonesia, termasuk Malaysia.

Golongan ini memiliki akses politik dan ekonomis yang luar biasa besar sehingga dapat mempengaruhi hukum, pemerintah, aparat, media, dan masih banyak lagi. Hukum utama sebuah korporasi adalah profit yang maksimal bagi pemegang saham, dan bila perlu mereka akan menghalalkan segala cara, kalau perlu mengorbankan rakyat di segala belahan dunia (ingat kasus manipulasi data finansial Enron, kasus-kasus lingkungan yang melibatkan perusahaan-perusahaan energi).

2. Bagaimana peran kaum Neo-Imperialis dalam memanfaatkan situasi konflik Indonesia-Malaysia. Pastinya kaum neo-imperialis tidak menginginkan stabilitas politik di kawasan Asia Tenggara. Indonesia-Malaysia yang damai dan berhubungan baik merupakan mimpi buruk bagi mereka. Terlebih lagi, Indonesia dan Malaysia adalah negara mayoritas Muslim. Golongan ini mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan golongan Kristen radikal, golongan separatis, dan juga kalangan bisnis. Misalkan Indonesia-Malaysia perang habis-habisan, kemungkinan "mereka" mengambil kesempatan menguasai, johor, batam, bintan.Ingat bahwa fakta selat malaka adalah lokasi paling strategis di dunia untuk perdagangan. Selama perang pastilah UN turut campur, kesempatan ini digunakan "Barat" untuk deploy troops, diselat malaka.


3. Lantas bagimana dengan politisi Musiman/Nasionalis Ekstrimis? Golongan ini tidak memiliki peran signifikan, lebih merupakan "penggembira" yang hanya akan mengais-ngais remah-remah kue sisa 4 golongan di atas. Mereka gemar mencari popularitas dengan menunggangi isu-isu politis dan selalu sigap memakai topeng dan baju "Nasionalis", walaupun tujuan mereka hanya sekedar kursi di pemerintahan (mulai dari Kepala Desa sampai Anggota DPR), penyebutan nama mereka di Koran, atau popularitas sesaat.

Di sisi lain mereka terus melakukan korupsi, pungli, maling, narkoba, dan entah apa lagi. Ketegangan antara Indonesia-Malaysia adalah panggung sandiwara yang tepat bagi mereka untuk mencitrakan diri sebagai sosok nasionalis sejati dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan dangkal emosional yang berbahasa sensasional dan bombastis untuk menaikkan popularitas mereka. Tentu saja para badut munafik ini sangat berkepentingan dengan adanya konflik Indonesia-Malaysia.


Kesimpulan : Setiap golongan akan mendapatkan bagian kuenya apabila sampai terjadi konflik frontal antara Indonesia-Malaysia, dan korbannya tentu saja adalah rakyat Indonesia dan Malaysia sendiri dan yang menang perang ini adalah pihak ketiga, bukan Malaysia atau Indonesia.

Jadi mari kita coba berpikir ulang dalam menyikapi situasi yang memanas ini dan pastinya dengan mengesampingkan emosi yang ada. Jangan menjadi pihak yang akan semakin memperkeruh keadaan.Mari kita lihat bersama siapakah pihak ketiga tersebut agar kita jangan menjadi korban. Dan pastinya diperlukan Kerja Keras kita semua untuk mengetahui siapa yang ada di belakang ini.


NOTE: artikel ini bisa diteruskan kepada para blogger semuanya untuk mencegah situasi yang semakin memanas antara Indonesia-Malaysia

38 comments:

  1. Aina@Azila mengatakan...

    Salam Pak Daniel,

    I love this post. dan saya amat bersetuju dengan anda. Izinkan saya memberi pendangan di ruangan pak Daniel.

    #1:
    Iya, ada benarnya. saya pernah bertugas di dunia Oil and Gas. Objektif operator dari luar negara hanya lah untuk mengaut keuntungan dari kedua2 negara ini. Selagi mereka boleh drill minyak kita, akan di drill sampai kering. Contoh yang paling baik untuk Malaysia dan Indonesia jadikan pengajaran ialah kes peperangan Kuwait dan Saudi Arabia. Kasus Ambalat, mirip kasus ini... mungkin Pak Daniel bisa bantu ungkaikan lagi kasus Kuwait dan Saudi Arabia. dan kita cuba lihat relavennya kasus ini dan kasus Ambalt kita. Yg pasti puncanya ialah minyak. Hasilnya...liat la apa jadi pada Kuwait dan Saudi sekarang.

    #2:
    Sekali lagi, saya bersetuju dengan Pak Daniel. Dari sejarah saja sudah cukup membuktikan orang barat ingin menguasai Selat Malaka. Kenapa Inggeris dan Belanda datang ke Nusantara dulu? There must be a reason. Seperti pak Daneil katakan, Selat Malaka paling strategis utnuk perdagangan.

    #3:
    Juga tidak mampu saya menafikan... ternyata ada kebenarannya.

    Syabas Pak Daniel atas entry yang amat bernas ini. :)

  2. devianty mengatakan...

    melalui postingan ini, mudah-mudaha akan menggugah kita semua dari kedua belah pihak untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan kasus ini, jangan sampai nanti ujung-unjungnya hanya adu domba. Yang pasti saya banggga jadi orang Indonesia (negara indonesia adalah kaya budaya, kaya sumber daya,dsb..dan mungkin karena kekayaan ini yang mampu membuat orang lain silau dan ingin memiliki apa yang dimiliki oleh bangsa kita...)

  3. samdaddycool mengatakan...

    Setuju dengan pendapat Daniel DPK, ada yang 'menangguk di air keruh', megambil kesempatan atas konflik yang sengaja diperbesar-besar.

  4. rima fauzi mengatakan...

    wow.. lagi2 kristen yang jadi dalang ya? kasian bener orang kristen, gak ngapa ngapain kenaaa terus imbasnya.. orang islam miskin, kristen yang jadi dalang, orang islam jadi teroris, kristen yang jadi dalang, orang islam kena tsunami, kristen yang jadi dalang, orang islam saling perang, kristen jadi dalang, orang islam bodoh, kristen jadi dalang..
    saya bukan kristen, tapi saya sangat bingung dengan pendapat pendapat seperti ini, karena yang seperti ini yang membuat toleransi beragama di negara mayoritas muslim seperti malaysia dan indonesia menipis dan tidak adanya kemampuan bagi para mayoritas tersebut utk memperbaiki diri dengan cara introspeksi, karena gampang sekali, blame it on the christians/jews/western.
    easy way out.

  5. Daniel DPK mengatakan...

    @@@@RimaFauzi: mohon dibaca dengan detail opini ini secara menyeluruh..artikel ini bukan menyalahkan umat kristen sbg pihak ketiga...sekai lagi bahwa bukan untuk menyalahkan umat kristiani di manapun!!!!!

  6. firman mengatakan...

    Sepakat mas, semua harus berfikir jernih dan tidak arogan, tidak merasa benar sendiri, saling menghargai, dapat berempati, saling mengerti perasaan masing2 pihak.. saya rasa itu kuncinya supaya kita hidup damai berdampingan. Jadi bukan cuman salah satu pihak saja kan?... baik Indonesia dan Malaysia, harus bersikap sama.... Namun dengan berfikir menyalahkan fihak ketiga dalam pertikaian ini justru akan menimbulkan masalah baru mas... (komen diatas saya contonya..)

  7. rima fauzi mengatakan...

    terima kasih Daniel utk jawabannya. saya salut kepada anda yang mau meluangkan waktu menulis sesuatu seperti ini, dan walaupun anda claim ini bukan utk menyalahkan Kristen, bagi orang islam, terutama yg kurang berpendidikan dan terlalu dogmatis cenderung fundamentalis, di poin 2 ada tertulis 'kaum kristen fundamentalis'. itu sudah cukup utk membuat mereka (lagi lagi) menyalahkan kristen. saya bisa bilang begini berdasar pengalaman saya yg mantan islam fanatik. tapi apabila memang bukan itu maksud Daniel, baguslah. semoga yg membaca post ini dapat membaca secara jeli dan mengerti secara keseluruhan kemana pemikiran Daniel ini sebetulnya terarah.
    Terima kasih juga sudah mengunjungi blog saya.

  8. ramlan mengatakan...

    setuju tentang ada pihak yang punya andil didalam permasalahan ini

  9. Iklan Baris mengatakan...

    Great Article...Salut buat Anda yang tetap berpikir jernih di saat yang lain terhanyut oleh emosinya masing2 tanpa bisa mengontrolnya.
    Saya setuju tentang kebenaran bahwa pertikaian Indonesia-Malaysia, rakyatlah yang jadi korban. Terutama..bagi mereka yang hanya mendengar isu dan tidak menggali fakta. Tapi mudah-mudahan dengan artikel ini, dapat membuka mata hati kita semua..bahwa kedamaian dan persatuan Malaysia-Indonesia masih sangat layak untuk diperjuangkan.
    Iklan Gratis

  10. Lina mengatakan...

    Terimakasih sudah komen di blog saya pak... sebagai warga Indonesia yg tinggal di malaysia, yg disini kami mendapat perlakuan baik. Semoga semua bisa berpikir lebih dewasa dan jernih, tidak mudah terprovokasi, mengingat jutaan orang indonesia bekerja di Malaysia. Kami sebagai duta bangsa merasa terpojok apabila ada tindakan yg berlebihan rekan2 senegara di Indonesia, karena sesekali mereka menyindir kami... seperti "u ready nak ganyang kami ke?" yg seperti membuat kami habis kata.
    Kondisi masyarakat disini ttg tanggapan mrk terhadap Indonesia memang tidak pernah terekspos media, tapi sepanjang tidak ada sulutan berita dr Indonesia, disini kami senantiasa mendapat perlakuan baik. Kami disini sangat berharap agar semua lebih bijak menyikapi salah paham yg sering timbul antar tetangga, karena bila kami berhubung dg masyarakat melayu sebenarnya dg jujur mereka ungkapkan dibanding dg etnis yg lain mereka lebih menyukai orang Indonesia.

  11. Kanwara Dotcom mengatakan...

    Good post... memang di Indonesia apapun bisa di Steer oleh pihak-pihak yg ingin mengambil keuntungan, tidak usah sekala Indonesia-Malaysia, skala dunia saja sudah bisa di steer oleh satu kelompok, bahkan Amerika pun dibodohi, sekarang sudah marak isu One World Government.

    Namun tetap sebagai Rakyat Indonesia saya merasa Malaysia harus bersikap jantan, moso kebudayaan orang diaku2, kita sudah bersikap legowo awal2nya.. tapi sekarang sudah berapa banyak yang diakui?

    Mari dibicarakan dengan baik, saya jg tidak suka dengan menghina-hina tetangga kita itu, Islam tidak mengajarkan itu...

    Bdw, trus update om...

  12. muslimin daeng lalo mengatakan...

    Saya sudah menulis artikel tentang kasus Indonesia-Malaysia yg senada dengan tulisan ini. Silakan mampir di blog saya, http://muslimindaenglalo.blogspot.com, dan simak tulisan "Tari Pendet; Politik Budaya dan Budaya Politik". Bila berkenan, silakan tinggalkan komentar.

  13. Testing Pertama mengatakan...

    Saya setuju dengan Mas Daniel. Hanya ada pertanyaan yang mengganjal. Mengapa tki/tkw Indonesia banyak sekali mendapatkan penyiksaan disana? dinegara lain ada tapi tak sebanyak di malaysia. Ini prilaku orang-orang malaysia (pendapat saya sih ini bukan kerjaan pihak ketiga dan saya paham kalau rakyat Indonesia marah, saya yakin sebagian besar muasalnya dari sini. saya yakin rakyat malaysia mulai memandang rendah Indonesia dari sini). Selanjutnya sipandan dicaplok, ambalat juga mau dicaplok dan yang lainnya juga begitu, kebudayaan juga begitu (maaf bangsa yang berbudaya tidak mungkin mencuri budaya). Adalah bukan bangsa yang berdaulat kalau Indonesia diam saja. putih itu damai merah itu apa ya? yang jelas NKRI harga mati. Adakah yang tersenyum baca comments saya? pasti pihak ketiga

  14. Andryan mengatakan...

    Lalu, siapakah pihak ketiga yang disbut sebut itu???

  15. underground online mengatakan...

    Mas,Saya juga Setuju dengan pendapat anda.
    sebaiknya kita jgn langsung marah dulu..
    tapi,ada kabar yg terbaru sekarang mereka mengklaim gamelan sebagai milik mereka loh..
    dan itupun mereka pesan dari solo..
    gmn tuh mas..
    kok ngaku2 gamelan dari malaysia,tapi dibuat di Solo??

  16. kandil sasmita mengatakan...

    Menurut saya, Malaysia tetap harus diwaspadai, kenapa Soekarno ngotot mengganyang Malaysia, krn Malaysia merupakan bagian dari rencana besar Barat untuk membuat sebuah negara persemakmuran Inggris raya (mau menggabungkan Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura) di Malaka yang tunduk pada Barat.

  17. chekdenoor mengatakan...

    Salam persahabatan,

    Tahniah kerana anda mempunyai pemikiran yang baik dan positif. Saya sebagai warga Malaysia yang mempunyai anak yang masih study di indoneisa sebenarnya sangat sedih dan terkesan dengan konflik ini.

    Saya merasai keselamatan anakanda saya seolah tidak aman disana. Kerana hal inilah yang membuatkan saya terus tercari-cari info konflik negara kita. Bila membaca pendapat warga indonesia yang marah ....saya menjadi sedih ..... kerana saya hanyalah warga biasa malaysia ..... apalah daya saya untuk berbuat sesuatu di atas konflik ini ....mahu dipanggil pulang anakanda saya..pengajiannya belum tamat dan ini sudah tentu menyukarkan .....

    Terus terang ingin saya nyatakan disini..... saya sangat sedih dan sering berdoa.. agar konflik ini segera berakhir.

    Alangkah baiknya jika kita dapat hidup harmoni.

  18. Faizal mengatakan...

    Salam,

    Saya dari Malaysia. Terima kasih kepada empunya blog atas usaha yang anda lakukan.

    Alangkah indahnya bila manusia mampu/bisa berfikiran jernih.

    Hal-hal yang dibangkitkan pihak ketiga sebenarnya hanya hal-hal yang remeh temeh. Pada hal, ramai orang Melayu di Malaysia itu sendiri, asalnya dari banyak rumpun di Indonesia misalnya Jawa, Bugis, Banjar, Minang, Acheh dan lain-lain. Itu sebabnya kita punya banyak persamaan. Makanan, budaya, bahkan bahasa juga hampir sama.

    Jadi... apa salahnya berkongsi???

    Bumi semakin tua... seharusnya kita menumpu kepada soal-soal yang lebih utama. Jangan biarkan pihak ke 3 mengadu domba kita semua.

    PERANG!!! Lihat dahulu sejarah dan hasil dari peperangan sebelum kita berbicara tentang perang. Dan perang itu nanti akan berlaku di hadapan mata... di rumah-rumah kita semua... dan dihadapi oleh anak-anak kita... siapa yang untung??? Yang pastinya... kita yang bahkan akan rugi...

    Serulah kepada perdamaian. Salam...

  19. PeJuAnG HiDup mengatakan...

    salam...

    saya juga seorang warga malaysia yang tertarik dengan entri diatas. saya hairan dengan warga indonesia di seberang sana. hanaya kerana isu tarian "pendet" yang disebabkan kesalahan syarikat len, bukannya salah kerajaan, penduduk indonesia sanggup mengganyang malaysia. pasal tarian tu. aihh...

    sebetulnya, penduduk indonesia harus mencari dan mengetahui kebenaran sesuatu berita itu terlebih dahulu sebelum menerimanya. ini tidak, terima sebulat-bulatnya pa yang dikata.

    bila jadi gtu, terjadila, "Marila ganyang mereka!" wat the hell?

    maafla sy agk emosi. tetapi, kita harus sedar yang kita duduk serumpun. buat apa nak mencetuskan huru-hara antara kita?

    "fikir dengan akal, hayati dengan hati"

  20. chekdenoor mengatakan...

    Assalammualaikum,

    Terima kasih kerana sudi mengunjungi blog rakyat kerdil seperti saya. Kehadiran saudara Daniel amatlah saya hargai dan saya juga telah mengambil langkah memanjangkan idea saudara Daniel untuk bacaan teman-teman blog saya.

    Adalah sangat diharapkan kedamai segera wujud dalam kehidupan kita yang serumpun.

    Terima kasih sekali lagi.

  21. Anonim mengatakan...

    Salam,

    Walaupun sudah beberapa kali dibilang bahawa Malaysia tidak pernah mengklaim tarian pendet, saya hairan dengan sikap rakyat indonesia yang masih belum faham apa yang dikatakan. Saya tidak fikir ada rakyat Malaysia yang ingin klaim tarian sebegitu kerana langsung tidak cocok dengan budaya dan agama islam di Malaysia.

    Media di indonesia juga tidak professional dalam menerbitkan berita, kerana hanya berdasarkan emosi dan menutup sebelah mata terhadap fakta. Rakyat indonesia juga mudah terprovokasi dengan dua atau tiga kes TKI mereka disiksa padahal mereka terbela dengan undang undang Malaysia.

    Media indonesia tidak pernah menceritakan bahawa setiap hari ratusan kecurian, rompakan dilakukan oleh pendatang dari indonesia. Malah kehidupan kami tidak selamat sejak kedatangan pendatang dari indonesia. Media indonesia juga tidak pernah menceritakan setiap hari ada saja perlakuan jenayah oleh pembantu rumah indonesia, kes bunuh majikan, siksa anak majikan ketika majikan keluar bekerja, mencuri wang majikan, melarikan dan menculik anak majikan. Kes kes seperti ini sangat banyak jauh mengatasi kes TKI disiksa.

    Tapi selagi undang undang terlaksana dengan baik, kami biarkan undang undang mengadili mereka, tidak perlu bakar bendera, berhimpun didepan kedutaan, berteriak, itu hanyalah tindakan orang orang yang tidak bertamadun, primitif dan tidak berakal.

    Saya berharap rakyat indonesia lebih terbuka fikiran mereka dan boleh berfikir apabila menerima sesuatu berita.

    Terima kasih

  22. DeNi mengatakan...

    satu sisi kita harus bersukur juga, dengan adanya tekanan dari Malaysia, kita jadi kembali sadar bahwa pentingnya mengenali kembali seni budaya kita.. mudah2an berlanjut kedekatan kita pada budaya nasional ini..

  23. al-basri mengatakan...

    salam,

    secara peribadi saya setuju adanya pihak ketiga dalam isu ini. nampaknya mereka ambil kesempatan dengan kebodohan kita, kita sebenarnya terlalu bodoh dan mudah diperolokkan orang lain.

    lihatlah contoh yang sangat ironis ini;

    bila orang jawa di Malaysia mengaku budaya jawa sebagai budaya mereka, Maka orang jawa di Indonesia menuduh dan memfitnah mereka sebagai pencuri.

    begitu juga terjadi dengan orang melayu di Malaysia, sudah ratusan tahun mereka mengamalkan budaya mereka dengan aman. tiba-tiba tahun 2009 mereka dicaci dan difitnah sebagai pencuri oleh orang melayu di Indonesia.
    dan banyak lagi fitnah keatas warga Malaysia yang asal Indonesia.

    pada 17 December 2002, Mahkamah ICJ di The Hague Belanda telah membuat keputusan bahwa sipadan dan ligitan adalah milik Malaysia. Tapi tiba-tiba pada 2009, berbagai pihak di Indonesia dengan bangga mengatakan pulau itu telah dicuri oleh Malaysia. Siapakah manusia yang waras didunia ini boleh percaya sebuah pulau bisa dicuri?
    atau kita harus mengakui bahwa kita sangat dangkal tentang undang-undang...?
    hanya warga Indonesia yang tahu jawabannya!

    Pada tahun 1957, pemerintah Indonesia sangat menghargai Lagu terang bulan dijadikan lagu negaraku, dan pemerintah pada waktu itu telah melarang lagu tersebut dimainkan diradio-radio Indonesia sebagai menghormati Malaya yang baru merdeka.
    Tapi pada 2009, para blogger, media dan ahli politik telah mengatakan lagu itu telah dicuri.
    kelompok ini berdemontrasi di beberapa tempat di Indonesia, memcaci dan menghina warga Malaysia.

    Sewaktu Soekarno slogan "GANYANG MALAYSIA" karna Soekarno mahu malaya bersama dalam Indonesia Raya, dan sangat kecewa dengan pembentukan Malaysia yang mendapat sokongan british. Tapi pada tahun 2009, slogan "GANYANG MALAYSIA" diteriakkan kerana tidak mahu persamaan BUDAYA dalam rumpun yang sama. mereka mahu berperang kerana kain batik dan tarian pendet.
    orang Melayu di Malaysia tidak boleh amal budaya melayu, Orang Jawa di Malaysia tidak boleh akui budaya Jawa, inilah yang pihak Indonesia mahukan...
    kasihan wak saya.

    sejak Malaya merdeka hingga ke hari ini tidak pernah wujud istilah "Bangsa Malaysia", karna Malaysia memang tidak mengamalkan prinsip ini seperti juga singapore dan banyak negara lain di dunia.
    tiba-tiba tahun 2009, siapa saja warga Malaysia dituduh mencuri batik, mencuri tarian pendet dan sebagainya. seorang warga Malaysia keturunan cina berasa terkejut dicaci dan diteriakkan sebagai pencuri batik. kata mereka dia Bangsa Malaysia...
    istilah Bangsa Malaysia sengaja diwujudkan untuk mencaci warga Malaysia oleh pihak yang tidak waras dan tidak peka.

    kita harus sedar dalam dunia ini bukan semua negara sama seperti Indonesia, yang menggunakan prinsip 'Bangsa'. hal yang dasar ini pun mereka tidak peka.
    semua pihak harus jelas, orang yang mengakui budaya dan menggunakan budaya Indonesia di Malaysia, hanyalah mereka yang asal Indonesia; seperti Jawa, Melayu, Sunda, Banjar, Minang, bengkulu dan sebagainya.

    apakah beberapa aktivis Indonesia mahu menghapus mereka? kerana mereka mengakui budaya sendiri.

    saya sedar penjelasan saya tidak akan difahami, karna dalam sesuatu masyarakat yang tidak mementingkan undang-undang sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah. memang fakta dan keputusan undang-undang mereka lihat sebagai satu provokasi...

    terima kasih, semoga rumpun kita sedar kebodohan diri supaya dapat melihat apa yang pihak lain sedang rencanakan.

    al-basri

  24. Anonim mengatakan...

    Anonim berkata...

    Salam utk bangsa Indonesia (bangsa Melayu)

    Saya orang Malaysia.
    Moyang saya juga berasal dr Indonesia. Kami berketurunan kampar. Saya sangat berbangga dengan keturunan saya (yang sekarang ingin menyerang saya). Mak saya masih bercakap kampar, begitu juga jiran2 saya. Ketika nenek (wo) saya masih hidup, ada juga sedara-mara yang datang dari Indonesia datang ke rumah. Saya fikir 50% dari orang melayu Malaysia berketurunan dr Indonesia.

    Betulkah amah di layan teruk?
    Mungkin dr 10000 hanya 2 yang dilayan teruk. Itupun bukan perbuatan bangsa kita. (sendiri mahu faham). kenapa masih mahu bekerja dgn bangsa yg satu itu?
    rata2 amah dilayan seperti keluarga sendiri. tanyalah mereka yang pernah bekerja disini.

    Mengapa marah dipanggil Indon?
    Ni hanya singkatan dari Indonesia.
    Bangladesh..Bangla
    Sedangkan orang Indonesia juga memanggil orang Malaysia sebagai orang Malai. Takkan benda mcm ni pun nak berperang.
    Sama la macam singkatan2 lain..JATI=jawa timur. JABAR=jawa barat.

    Ambalat
    mengapa Indonesia menuduh Malaysia memasuki wilayahnya?
    bagi saya ini adalah salah faham. Malaysia ikut peta yang tak disahkan Indonesia tapi disahkan oleh pihak lain (mungkin Inggeris). jadi ada pertindihan dalam dua peta. bukan lah rakyat Malaysia nak sangat Ambalat tu. cuma masalah pertindihan dalam peta.

    Di Malaysia kami tak ambil pusing sangat pasal isu2 seperti tarian pandet, batik, kuda kepang dan sebagainya. Memang semua tu berasal dari Indonesia. Cuma kita perlu ingat, sempadan Malaysia-Indonesia tercipta selepas perjanjian inggeris-Belanda. sebelum tu kita satu.

    Sekian.

  25. Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang mengatakan...

    wah blog ini berbobot amat yak, artikelnya panjang2. ikut nyimak aja sob. nanti balik lagi

  26. pebea mengatakan...

    Saya setuju dengan artikel ini, saya juga setuju dengan anonim yang orang malaysia, lebih baik kita berpikir bagaimana caranya agar bangsa ini maju dan merata, bukan hanya beberapa orang saja yang kaya seperti sebelum2nya, dan kalo kita sudah yakin semua itu permainan sekelompok orang di barat atau di indonesia atau dimana saja, ya kita tetap menjunjung tinggi hukumlah, di negara2 maju sekalipun banyak kok pengusaha dan konglomerat yang tumbang karena melanggar hukum, jadi gak usah terpancing, tetap ikuti prosedur hukum...

  27. opoto mengatakan...

    wah saya kurang paham perkaranya. mengenai masalah peta wilayah bukankah sudah ada dasar hukumnya dan itu kewajiban pemerintah untuk memperjelasnya

  28. Indovision mengatakan...

    Seru & Mantap !

  29. akhmad mengatakan...

    setuju dengan pak daniel, mari kita simak di media media massa kita terutama televisi dalam negeri, berita yang mereka mnculkan sepertinya konflik ini sengaja dibesar besarkan saja, apakah ini ada urusannya dengan zionis yang menguasai sebagian besar media massa dunia.??(cnn.bbc,reuters dll) ingat kita dan saya percaya warga melayu tak akan menghina bangsa kita, yang sering saya dengar bahwa etnis dari india dan china lah (walaupun tidak semuanya)yang justru sering menyiksa para tki mungkin saja juga dari pejabat keturunan mereka, coba saja anda lihat di berita apakah ada warga malaysia(etnis melayu) yang menyiksa tki kita, malaysia negara yang penting buat kita karena kita bertetangga dan bersaudara walaupun ada gesekan tapi itu tidak perlu jadi alasan perang, ini jaman modern saudara ku, kini jaman perang dengan ilmu pengetahuan, sains, penemuan penemuan dan penelitian yang mampu memacu kita menjadi negara maju di bandingkan negara lain.

  30. Ly mengatakan...

    Makasih yang udah buat wacana ini, melegakan.
    Semuanya memang harus dibicarakan baik2, aku sampe mau nangis ngeliat blog2 indonesia dan malaysia yg slg ngejelek-jelekin T_T
    sedangkan aku punya saeorang tmn maya yg sangat saya sayangi bagai adik sendiri di negeri jiran tersebut.
    bingung, yang mana sebenarnya yg bener.
    mau ikut ber-opini tapi takut salah, karena aku sendiri emang gtw menahu persoalan apa yg sebenarnya terjadi,
    isu hanya mengatakan Malaysia mencuri dan indonesia menuduh.
    saya cuma gadis 16 tahun yg kalau di sekolah cuma bs nguap ajj kl belajar pkn sm sejarah ==" , tapi saya harap pertikaian ini cepat salesai.

  31. Guci Alam mengatakan...

    ternyata masih banyak orang-orang bijak yang masih berpikir dengan akal dan menghayati dengan hati setidaknya ini melegakan tidak seperti mereka-mereka yang hanya tahu berteriak "hore"

  32. Anonim mengatakan...

    bagus ulasan anda saya pun dulu sempat terpikir kesitu...tp maaf ada pertanyaan anda yg belum terjawab...Apakah benar Malaysia mengklaim budaya Indonesia??
    terima kasih...

  33. heitdebanditoyz77 mengatakan...

    bagus ulasannya...walaupun masih menimbulkan tanda tanya buat saya...tp menurut saya ..ada sesuatu yg lebih dr sekedar minyak...
    it's economy.....!!!
    coba cek ttg BRICI/BRIIC...di google..
    saya melihat kayaknya Indonesia adalah targetnya pihak ketiga ini..utk dilemahkan...why??
    krn mgkn si pihak ketiga ini berseberangan /takut terhadap dominasi ekonomi baru yg akan muncul di Asia tenggara....

  34. obat kuat - obat hipertensi - obat diabetes - obat kesuburaan - obat asam urat - obat stroke mengatakan...

    Ramuan yang terdiri dari bahan-bahan herbal alami yang dapat melancarkan peredaran darah dan membersihkan darah dari toksin-toksin yang berbahaya. menyehatkan kembali organ-organ yang bermasalah. termasuk organ-organ yang sakit yang menyebabkan penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, asam urat, kolesterol tinggi dan mampu membantu kesuburan sehingga pasangan yang sulit hamil dapat segera mendapat momongan. Obat herbal ini mempunyai efek juga layaknya obat kuat, sehingga mampu memfungsikan kembali bagi penderita impotensi dan ejakulasi dini termasuk yang terjadi pada penderita diabetes.

  35. tokek dijual - pembesaran tokek mengatakan...

    TOKEK = Tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar. Ada banyak jenis tokek, namun istilah tokek secara sempit biasa dipadankan bagi anggota marga Gekko, suku Gekkonidae. Sedangkan tokek dalam bahasa awam umumnya merujuk kepada tokek rumah (Gekko gecko), yang memiiki persebaran luas. Marga Gekko menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, ke utara hingga Korea dan Jepang, ke timur --melintasi Kepulauan Nusantara dan Filipina-- hingga ke Kepulauan Solomon dan Santa Cruz di Pasifik. (wikipedia)

  36. haji 2012 dan umrah 2012 mengatakan...

    Biro Travel Haji Plus dan Umrah terbesar di Indonesia menurut data maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dan merupakan penyelenggara Haji Plus dan Umrah resmi dan legal yang didukung oleh tim yang sudah berpengalaman dalam memberikan pelayanan bagi jamaah haji plus maupun jamaah umrah. Sejak tahun 1990 telah memberangkatkan lebih dari 50,000 jamaah dari seluruh wilayah Indonesia, bergabunglah dan dapatkan solusi cerdas bagi yang berkeinginan menunaikan ibadah haji dan ibadah umrah dengan biaya murah dan bahkan gratis

  37. Belajar Internet mengatakan...

    Mau belajar internet silahkan kunjungi blog saya www.reyarifin.com... Trims buat Pak Danie

  38. Belajar Search Engine mengatakan...

    jujur saya benci malaysia