Buka Mata anda : Kemanakah uang hasil korupsi mengalir ?

 Cerita dibawah adalah cerita sebenarnya (real story). Saya tidak tahu siapa yang menulis, dan siapa tokoh yang ada disitu.

Namun ini membuka mata kita, siapa sebenarnya yang memegang kekuasaan finansial di muka bumi ini ; dan kebodohan apa yang telah dilakukan oleh orang berpikiran sempit dgn mengutip uang negara (korupsi). Jadi sebaiknya kita bekerja / berkarya sebaik2nya demi bangsa dan negara kita ini:

quote:

2004

Hujan turun rintik rintik. Dari balik jendela mobilnya dia melihat awan gelap menyelimuti kota. Mungkin sebentar lagi hujan akan turun sangat deras. Jalanan sudah mulai macet.

Karena semua orang ingin cepat sampai ditujuan. Setidaknya kemacetan ini didalangi oleh ratusan motor yang saling menyalip. Kota ini memang menampakan komunitas yang penuh dengan egoistis. Itu nampak sekali di jalan raya. Baru kali ini dia harus mengendarai sendiri mobilnya tanpa dibantu oleh supir. Pesan yang diterimanya memang mengharuskan dia datang sendiri tanpa ada satupun orang yang mendampinginya.

Awalnya dia keberatan untuk datang karena tidak tahu pasti siapa yang harus ditemuinya. Namun pesan itu menyiratkan bahwa seseorang yang ingin menemuinya adalah orang yang tahu persis pekerjaan yang sedang dilakukannnya.Kendaraannya terhalang oleh kemacetan yang tepat didepan gedung yang hendak ditujunya. Dalam menunggu , terdengar suara dering telp genggamnya

`' Apakah anda akan datang `' terdengar suara diseberang.

`' ya . Saya sudah tepat didepan gedung yang anda tentukan. `'

`' Baik. Saya tunggu. Anda sudah tahukan dimana posisi saya `'

`' Tentu. ` Jawabnya. Kemudian telp terputus.Selang beberapa menit kemudian, dia berhasil melewati kemacetan dan langsung masuk pelataran menuju gedung parkir. Ditempat parkir yang luas itulah dia sudah dinantikan oleh seseorang.

Telpnya kembali begetar `' Saya tepat dibelakang anda. Tolong jangan dimatikan mesinnya. Saya akan segera masuk kedalam mobil anda " Diliriknya kaca spion. Nampak kendaraan Kijang berhenti tepat dibelakangnya.

Seorang turun dari kendaraan. Usianya diperkirakan tidak lebih empat puluh Pria itu menghampirinya. Tanpa komando dia membukakan pintu kendaraannya.

" Lebih baik kita bicara didalan kendaraan ini " Kata pria itu yang terkesan misterius sambil masuk dan duduk disampingnya.

" Saya tidak punya waktu untuk berlama lama. Tolong katakan apa yang ingin anda sampaikan "

" Saya hanya ingin menyerahkan document ini. Saya harap dokumen ini dapat membantu usaha anda untuk mendapatkan kembali harta para koruptor kakap dinegeri ini. `' kata pria itu sambil menyerahkan amplop besar warna kuning.

Kemudian pria itu langsung keluar dan kembali kekendaraanya. Dia tidak peduli ketika pria itu pergi tanpa mengucapkan salam atau memperkenalkan namanya. Namun aplop yang ada ditangannya menimbulkan tanda Tanya besar. Ingin segera dia membuka amplop itu tapi dia urungkan.

Dia lebih memilih untuk kembali kekantor untuk memeriksa dokumen itu. Berkali kali dibacanya dokumen itu. Lembar demi lembar ditelitinya. Semua membuat dia merinding dan membayangkan betapa hebatnya system layering yang dibuat oleh para koruptor negeri ini untuk menyembunyikan harta haramnya.

Dokumen ini memberikan informasi cukup untuk dia menyelesaikan tugasnya. Tapi , dia tidak ingin informasi ini sampai ketangan para anggota team. Akalnya bekerja cepat untuk menjadikan informasi ini sebagai kekuatan untuk bargain position dihadapan bosnya.

Dia menginginkan kekuasaan lebih sebagai orang satu satunya yang dipercaya oleh bossnya. Bila dia berhasil dengan tugas ini maka diapun akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan yang dimiliki Bossnya.

Artinya dialah pemegang kekuasaan yang sesungguhnya.

`' Anda dapat melakukan apa saja yang anda bisa. Saya beri anda mandate dan selesaikan tugas ini dengan sebaik baiknya " kata bossnya

." saya pak. " jawabnya dengan senyum kemenangan setelah berhasil meyakinkan Bosnya dengan stumpuk dokumen. " Bagaimana dengan anggota team lainnya ? Sambungnya.

" Anda tidak perlu melibatkan mereka. Anda bekerja langsung dibawah saya " jawab boss nya.

2007

Sudah lebih dua tahun upayanya memburu harta para koruptor diluar negeri ternyata belum juga menampakan hasil. Bahkan dia hampir terjebak dalam lubang hitam tanpa ujung. Keadaan ini telah menyita emosi dan energinya.

Namun dia tetap bersemangat untuk membuktikan kebenaran dan keyakinannya dihadapan bosnya. Salah seorang yang dikenalnya sebagai banker kelas dunia di New York telah memintanya untuk menghubungi consultant keuangan di Hong Kong.

Orang itu meyakinkannya bahwa consultant itu mampu menuntunnya keluar dari lubang hitam.Ketika awal berjumpa dengan consultant itu, dia hampir tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapannya adalah orang yang pantas ditemuinya.

Karena penampilan dan gaya bicaranya tidak sesuai sebagai seorang consultant keuangan yang direkomendasi oleh banker kelas dunia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah consultant ini berkewarga negaraan Indonesia. Pria sederhana dan sangat santun.

" Saya direkomendasi untuk betemu dengan anda. " Katanya mengawali pembicaraan disalah satu hotel berbintang. Pembicaraan ini dilakukan di ruangan penthouse.

Sangat mewah dan memang dia sediakan agar aman dari pantauan pihak lain. Juga memberikan suasana santai untuk mendapatkan informasi yang dapat mendukungnya dalam menyelesaikan misi yanag diembannya.

" Ya betul. Saya terima email dari sahabat saya di New York bahwa anda akan menemui saya. " Kata pria itu sambil tersenyum ramah.

" Apa yang dapat saya bantu? "

" Apakah anda cinta bangsa anda ?" Tanyanya

" Mengapa anda menanyakan itu ? "

" Saya ingin memastikan bahwa saya berhadapan dengan orang yang sejalan dengan misi saya. Karena selama ini saya hanya bertemu dengan orang orang yang selalu berbicara namun akhirnya meminta sesuatu dari saya. Bagi mereka tidak ada yang gratis. "

" Saya orang Indonesia. Anda bisa lihat darah saya. Tetap merah putih." Jawab pria itu,

" Baiklah. " katanya dengan tersenyum senang " Saya percaya anda. Ini ada dokumen yang perlu anda baca. Tapi tolong jangan di copy. Cukup baca saja dihadapan saya. " katanya sambil menyerahkan bebarapa dokumen. Pria itu membaca sekilas tanpa memperhatikan dengan seksama setiap informasi yang ada didalam dokumen tersebut. Seakan pria ini sangat menguasai persoalan yang dihadapannya.

" Dokumen ini tidak berarti apa apa untuk menyelesaikan misi anda" Kata pria itu. Membuat dia terkejut. Diucapkan dengan tenang tanpa ekspresi wajah.

" Bukankah ini semua bukti yang menyebutkan aliran dana dari rekening koruptor kebeberapa SPC yang sengaja ditunjuk sebagai vehicle . Juga ada data jenis investasi yang sudah digunakan dari hasil uang haram tersebut. Dokumen ini telah saya clarifikasi dengan bebarapa sumber yang patut dipercaya. Mereka semua mengatakan benar. " Katanya . Tapi pria itu tetap tanpa reaksi apapun

" Ini ada surat dari beberapa banker di Eropa, singapore, hongkong , Amerika yang menyatakan kebenaran dokumen ini. " katanya sambil menyerahkan salah satu dokumen yang ada didalam tasnya kepada pria itu. Namun pria itu kembali dengan sikap santainya.

Tanpa membaca dengan seksama kecuali melihat dengan sekilas.

" Bagi saya ini hanyalah tumpukan dokumen jurnalistik. " Katanya dengan tegas.

" Maksud anda ? Tanyanya dengan tersinggung. Kelihatannya pria yang ada dihadapannya telah membuat dia kesal. Atau setidaknya pria ini ingin mematahkan semangatnya.

" Untuk anda ketahui bahwa dokumen ini tidak ada satupun secara legal menyebutkan nama sang koruptor sebagai pemilik dana atau asset. Walau anda mengetahui aliran dana tersebut berasal dari para koruptor tapi kenyataanya secara hukum sekarang harta tersebut dimilik perusahaan yang tidak ada hubungan sama sekali dengan korupsi di Indonesia. "

" Tapi kita dapat melakukan upaya hukum untuk menarik dana tersebut. Beberapa pengadilan diluar negeri siap mendukung sepanjang peradilan di Indonesia menyatakan bahwa harta tersebut hak bangsa indonesia dan harus dikembalikan." Katanya.

" Dengan asumsi bahwa pengadilan international maupun dalam negeri memenangkan gugatan anda lantas apakah ada jaminan bahwa harta itu akan dapat kembali ke Indonesia ? "

" Tentu.! Kita akan minta surat paksa hukum bagi banker untuk menyerahkan dana tersebut kepemerintah RI.

"Bagaimana para banker tersebut mengembalikan dana tersebut ?"

"ya kita akan buat berita acara hukum untuk memungkinkan Banker tersebut mengirim harta itu ke rekening departement keuangan di BI. "

" yang mau dikirim apa ? Tanya pria itu sambil tersenyum.

`' ya, u a n g `' jawabnya ketus. Dia sudah mulai kesal dengan pertanyaan bodoh dari pria ini.

`' Untuk anda ketahui bahwa uang itu awalnya tercatat di bank atas nama offshore company yang terdaftar di wilayah bebas pajak sepeti BVI, Grand Cayman Island dll. Namun pada waktu bersamaan dana itu sudah berganti baju dalam bentuk asset berkewalifikasi AAA. " Kata pria sambil memimun tea yang ada dimeja

`' Lantas uang itu ada dimana ?`'

" Uang itu ada di clearstream and euroclear yang terhubung dengan depository bank diberbagai bank di eropa. Ini adalah lembaga swasta yang mengendalikan triliun dollar dana dari lebih 15000 pemegang rekening. Lembaga ini beranggotakan seluruh lembaga keuangan papan atas dunia. Walau mereka swasta namun keanggotaannya melebihi anggota yang tergabung dalam Bank international for settlement.

Sehingga keberadaanya sangat berpengaruh tanpa tersentuh oleh legitimasi hukum yang dibuat oleh Negara. Selagi asset ditempatkan dalam system ini maka dia akan tetap aman dari keputusan lembaga peradilan.

" Kata pria itu yang membuat dia melongo. Sekarang dia baru menyadari bahwa orang yang dihadapannya tidaklah serendah yang diduganya.

" Lantas bagimana dana itu dapat melalui lintas Negara bila keberadaanya mengabaikan hukum Negara."

" Mereka menggunakan teknologi informasi yang sangat rumit. Dalam era digital sekarang ini , memungkin system pertukaran data dan lalu lintas asset dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui mekanisme intenational private banking. "

" Ya tapi kan tetap harus melewati bank central sebagai pusat clearing "

" Mereka tidak perlu melewati bank central karena mereka punya system clearing sendiri secara independence dan dipercaya oleh semua anggota yang merupakan perbankan kelas dunia."

" Tapi setidaknya , Intelligent financial yang dimiliki oleh organisasi dunia yang tergabung dalam anti money laundry akan mampu mendeteksi setiap langkah mereka."

" Tidak mungkin dapat terlacak. Karena setiap instruksi transfer asset , mereka selalu menggunakan code sandi dan setelah transfer selesai dilaksanakan maka pemilik asset dapat melakukan penghapusan data secara otomotis melalui system private banking. "

Sekarang dia merasa sangat bodoh dihadapan pria itu. Hingga dia harus menyudahi dialog ini dengan mengajukan pertanyaan yang berupa kesimpulan

" Baiklah. Saya sekarang dapat memahami penjelasan anda. Tapi tolong jawab pertanyaan saya terakhir"

" Silahkan."

" Berarti ada dua rekening. Satu rekening resmi di Bank atas nama offshore company bertindak sebagai SPC dan satu lagi rekening tidak resmi di clearstream atau lainnya atas nama asset management Betul ?"

" Betul." Kata pria itu yang kembali meminum tea seraya menatapnya dengan tersenyum. " anda memang cerdas. Dapat memahami hal yang rumit dengan cepat." sambung pria itu

" Bukankah hanya rekening resmi saja yang bisa melakukan transfer tunai secara legal. Sementara yang clear-stream dan lainnnya tidak bisa " Dia mulai dengan kesimpulan yang seakan ingin menyudutkan pria itu.

" Betul. "

" Lantas untuk apa dana ditempatkan diclear stream dan lainnya bila tidak bisa digunakan tunai "

" Pemilik yang sebenarnya tidak perlu repot untuk menjadikan asset yang ada di clearstream. euroclear menjadi tunai. Dia tinggal perintah fund manager untuk melakukan pencairan asset itu melalui private placement atau melalui structure collateralize loan settlement.

Ini layering namanya. Hasilnya akan mereka gunakan untuk mendukung pembiayaan project. Setelah project dibiayai maka mereka akan melepas saham lewat bursa atau melakukan refinancing melalui REPO atau penerbitan bond.

Bila sudah begini maka keberadaan aset itu sudah terdistribusi begitu luas sehingga hampir tidak mungkin ditarik.

Karena bila ditarik maka akan begitu banyak pihak yang akan menjadi korban. Sementara pemegang dana haram sudah aman dengan menikmati uang clean dari hasil refinancing sambil bersantai di Bermuda atau Nasau. Atau sedang sibuk menggunakan uang itu untuk mendukung seseorang menjadi kandidat president lewat pemilu demokratis. "

Dia terdiam. Baru dia sadari bahwa dibalik terpilihnya pemimpin lewat sistem demokrasi yang perlu ongkos mahal itu ternyata adalah para koruptor juga. Lantas bagaimana jadinya dunia ini bila pada akhirnya pergantian rezim tidak merubah apapun karena tak bisa menghindari kebutuhan dana besar untuk kampanye dan tentu tak bisa menghindar dari perlunya koruptor sebagai fund provider.

" Bagaimana dengan pemerintah Amerika ?. Bukankah mereka memiliki bank central yang sangat berpengaruh didunia.? "

" Satu dari tiga mata uang amerika ditempatkan didalam clearstream, eurocelar. GNP Amerika hanya 15% dari total asset yang ada di clearstream dan 10% dari total GNP British .

Jadi terlalu besar clearstream, euroclear untuk dibandingkan dengan kekuatan negara manapun, apalagi Indonesia . Jadi berhentilah berharap lebih dan mulailah untuk realistis. " Kata pria itu yang sekarang nampak serius.

Dia mengantar pria itu sampai didepan loby. Selepas pria itu pergi dia terhenyak didalam kamar. Benarlah bahwa sudah saatnya dia berpikir realistis. Tidak ada gunanya mengejar harta yang sudah terlanjur masuk dalam lingkaran konspirasi kotor lembaga keuangan international.

Dokumen yang ada ditangannya memang tidak lebih daripada catatan jurnalistik. Atau mungkin lebih cocok sebagai catatan gelap dari kebodohan anak bangsa ini yang telah menguras asset bangsa yang kemudian menyerahkannya kepada kelompok penyamun agar terhindar dari jeratan hukum

Sebetulnya para koruptor itu tidak mendapatkan lebih kecuali memberikan darah segar bagi lembaga keuangan international untuk semakin perkasa mengendalikan keuangan global. Termasuk kepada bangsa ini yang terus mengemis dana pembangunan kepada pihak asing.

Ketika pulang ke Jakarta dia menyempatkan singgah untuk berjumpa dengan pejabat otoritas keuangan disalah satu Negara yang paling banyak dana haram para koruptor Indonesia ditempatkan.

Pejabat itu berkata " Dokument ini mengingatkan pemerintah anda agar bersungguh sungguh mengelola Negara untuk kepentingan rakyat. Sudah saatnya pemerintah berpikir untuk rakyat dan tidak lagi demi kepentingan golongan atau pribadi.

Terlalu banyak penderitaan yang diakibatkan oleh kejahatan korupsi. Entah berapa generasi akan merasakan akibat dari perbuatan segelintir orang ini. " Sebelum dia hendak mengakiri perjumpaan . Pejabat itu bertanya " tahukah anda siapakah yang telah memberikan dokumen itu kepada anda ?"

" saya tidak tahu. "

" Orang itu adalah utusan saya."

" Mengapa ???" Dia terkejut sangat.

" Karena tanggung jawab kemanusiaan. Mungkin dalam banyak hal secara pribadi saya tidak menyukai sikap Negara saya yang menjadi penampungan dana haram koruptor negeri anda tapi saya tetap bangga karena Negara saya tidak pernah melakukan kebodohan untuk membuat rakyatnya menderita, seperti halnya Negara anda. "

Kini dia merasa tersudut dengan egonya yang mengharapkan misinya dapat membuat dia berkuasa. Tapi dia juga menyadari bahwa sebagian besar para politikus yang berkuasa sekarang mengharapkan dana haram ini dapat kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat kekuasaanya. Tidak untuk kepentingan rakyat.

unquote
READ MORE - Buka Mata anda : Kemanakah uang hasil korupsi mengalir ?

Link Alternatif untuk Wikileaks.org

Julian Assange
Siapa yang tidak tau wikileaks pada saat in? sebuah situs menghebohkan yang membuat pemerintah Amerika berang. Bahkan Julian Assenge selaku pendirinya menjadi Most Wanted People number 1 pada saat ini, dan ancamannya tidaklah main-main, Dead or Alive! Tidak kurang beberapa negara besar angkat bicara mengenai kontroversi situs ini.

Wikileaks telah menjadi sorotan dunia. Bahkan situs di wikileaks diklaim sudah diserang sehingga sudah tidak bisa diakses lagi. Tapi bukan berarti bahwa situs tersebut hilang. Bagi anda yang masih penasaran bisa di liat disini yang sepertinya server ada di Perancis. Meski bukan situs aslinya, namun link tersebut cukup memberi informasi bagi anda yang ingin melihat bagaimana "wujud" asli negara adikuasa.

Bagi saya pribadi, sosok Julian Assenge adalah seorang yang bernyali tinggi dan bukan tidak mungkin sangat dibutuhkan oleh dunia karena telah membuka babak baru kebebasan pers. Sangat kontroversial memang. Tapi mungkin suatu saat semua orang di dunia akan mengenangnya sebagai seorang pahlawan, bukan sebaliknya dimana pada saat ini ia menjadi penjahat no 1 di dunia.
READ MORE - Link Alternatif untuk Wikileaks.org

Sekedar Curahan Hati

Sudah cukup lama blog ini tak terurus. Namun masih lumayan banyak juga pengunjung blog ini..he..he..Maaf bukannya meninggalkan dunia blogger,namun lebih karena kesibukan kerja yang tidak ada habis-habisnya. Menjalin komunikasi dan mengembangkan relasi demi masa depan yang lebih baik. Plus masih galaunya suasana hati yang tidak menentu melihat situasi politik yang cukup memuakkan.

Melihat perkembangan berita politik makin membuat pusing sepuluh keliling. Bukannya sok-sokan, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ikut memperhatikan,mengawasi dan melihat tingkah laku para elite bangsa ini. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya sadar akan politik, bahwa kekuasaan yang diwakilkan oleh rakyet pada penguasa seharusnyalah diawasi oleh pemberi mandat yaitu kita semua. Meskipun kadang kita hanya bisa mengkritik di dalam hati atau hanya pada orang-orang di sekitar kita, namun itu cukup untuk memberikan nuansa bagi bangsa kita.

Ketika berita semakin membingungkan kita mungkin nurani kita yang akan bisa menentukan mana yang benar. Ketika sebuah bangsa mengaku menjunjung tinggi proses peradilan yang sudah hilang kredibilitasnya oleh masyarakat itu sendiri, lalu hendak kemanakah bangsa ini?

Peran media yang begitu besar semakin terasa dalam kehidupan berbangsa mennjadikannya sebagai sebuah dilematis bagai dua sisi mata uang. Satu sisi,media, baik televisi,koran,atau media onlina begitu perkasa dalam mendidik bangsa ini menjadi lebih dewasa dalam berpolitik. Namun di sisi lain media bisa menjadi senjata yang sangat mengerikan yaitu menggiring opini publik, terlebih apabila sebuah media dimiliki oleh seorang atau beberapa tokoh berkuasa yang pastinya memiliki kepentingan dibalik sebuah berita.

Tampak jelas sekali kita setiap hari diberondong dengan berita-berita yang sepertinya ingin menggiring opini publik untuk mengarah kepada pencitraan sekelompok atau orang tertentu yang pastinya memiliki tendensi atau kepentingan tertentu yang kadang sulit untuk ditebak.

Jelas sekali bahwa kadang sebuah berita di stasiun televisi kurang mengupas lebih dalam ( atau menyimpang dari esensi permasalahan kalau boleh dibilang) tentang sebuah masalah hanya karena tokoh tertentu yang terlibat dalam kasus yang di-beritakan adalah pemilik dari stasiun televisi tersebut. Tanpa harus menyebut contoh kasusnya, saya pikir masyarakat sudah tahu kasus Mega skandal pajak ( Meskipun saya yakin ada oknum yang kasusnya lebih fenomenal lagi) yang melibatkan sebuah grup perusahaan besar yang sekaligus pemilik stasiun televisi tersebut.

Disinilah tantangan terbesar dari media massa dalam menyajikan berita yang seharusnya obyektif dan bebas dari segala kepentingan. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia agar selalu berpikir lebih mendalam dalam menyikapi sebuah kasus yang ada di negara ini.
READ MORE - Sekedar Curahan Hati

The Power of Facebook


Facebook bukan hal yang asing lagi. Setelah era Friendster berlalu, demam jejaring sosial masyarakat Indonesia kembali semarak. Namun perbedaan era Friendster dan Facebook sangat jelas. Ketika dulu orang menggunakan frindster sebatas memperluas networking atau pertemanan, sekarang funsi jejaring sosial sudah berkembang merambah dunia politik dan bahkan sangat diperhitungkan oleh berbagai elemen di masyarakat kita.

Mungkin ini adalah era baru bagi bangsa Indonesia dalam berdemokrasi sekaligus mencerminkan bahwa lemahnya keterwakilan suara rakyat di DPR. Didukung kemajuan tehnologi,aspirasi atau suara rakyat beralih ke media elektronik karena dirasa lebih efektif mengena ke sasaran. Jelas fenomena penggalangan dukungan melalui Facebook adalah sebuah fenomena baru di dunia politik dan demokrasi kita.

Bermula dari dukungan lewat Facebook terhadap Bibit-Chandra dalam konflik Cicak Vs Buaya, kemudian Prita Mulyasari, dan dukungan-dukungan lainnya yang ada banyak di facebook. Jelas Facebook menjadi media baru dalam bersuara. Ketika suara rakyat selalu terpinggirkan oleh kepentingan para politisi semata, maka fenomena facebook mencerminkan kelemahan sistem parlemen kita sekaligus alat baru dalam monitoring kinerja para pejabat pemerintahan.Ketika hukum tidak berpihak kepada yang lemah maka Facebook bisa menjadi harapan untuk mendapatkan keadilan dan sekaligus ini adalah cerminan kebobrokan penegakan hukum di negara kita.

Sudah seharusnya para pejabat pemerintahan dan penegak hukum merasa malu dengan munculnya fenomena Facebook ini karena menunjukkan ketidakmampuan para aparatur negara dalam menjalankan fungsinya dan sekaligus menunjukkan adanya kebobrokan dalam penegakan hukum di negara kita.

Selamat datang di era digital dimana opini publik akan berperan besar dalam memainkan peran politik. The Power of Facebook bisa menjadi sebuah alat yang sangat hebat dalam menggalang dukungan publik. Sekaligus menjadi alat yang ampuh dalam mengawasi kinerja para pejabat negara. Bahkan bisa menjadi sebuah alat kampanye politis para calon pejabat dan partai yang sangat murah dan efisien sehingga meminimalisir adanya kepentingan politis atau kontrak piolitis yang selalu ada dibalik sebuah dukungan terhadap seorang kontestan dalam sebuah Pemilihan Umum.
READ MORE - The Power of Facebook